Kemenangan milik Milan

Derby ke-154 Milik Rossoneri

MILAN – Derby della Madoninna, antara AC Milan dan Inter Milan memang selalu menyita perhatian dunia. Pada pertemuan ke-154 duo Raksasa Milan, Minggu (3/4/2011) dini hari WIB, Rossoneri membungkus kemenangan sempurna 3-0.

Membawa misi membalas kekalahan 0-1 pada pertemuan pertama musim ini, 14 November lalu, Inter justru harus dikejutkan dengan aksi bomber muda Milan, Alexandre Pato di awal pertandingan.

Hanya berjarak 44 detik dari peluit kick-off, penyerang asal Brasil sudah merobek jala gawang Inter, yang dikawal kompatriotnya Julio Cesar. Sebelumnya, Cesar gagal menghalau tembakan Robinho, yang menyambut umpan Gennaro Gattuso, kemudian Pato leluasa meneruskan bola liar tersebut. 1-0 Milan unggul sementara.

Skuad arahan Massimiliano Allegri berpeluang menggandakan keunggulan di menit 9, ketika Ignazio Abate melayangkan umpan silang pada Clarence Seedorf. Tendangan voli gelandang veteran Belanda menghampiri tangan bek Inter Douglas Maicon. Namun, wasit urung menunjuk titik putih.

Tujuh menit berselang, giliran Inter mendapat kesempatan melalui tendangan bebas. Sesaat sebelum mengeksekusi, Wesley Sneijder diserang cahaya laser yang tertuju ke wajahnya. Alhasil, tembakan gelandang internasional Belanda melambung di atas mistar gawang Christian Abbiati.

Alih-alih mendapat penalti, Robinho justru diganjar kartu kuning di menit 26 lantaran dianggap melakukan diving. Sedangkan di menit 38, Inter gagal memanfaatkan peluang menyamakan kedudukan melalui tendangan sudut Sneijder. Tandukan Thiago Motta masih bisa dihalau Abbiati.

Demikian juga dengan peluang Samuel Eto’o di menit 43. Berawal dari umpan silang Goran Pandev, yang diteruskan Esteban Cambiasso pada Eto’o. Sayang, tembakan striker asal Kamerun dari jarak 8 yards urung menjebol gawang Milan. Skor 1-0 untuk Milan mengantarkan hingga turun minum.

Urung menyamakan kedudukan, Inter malah disinggahi petaka. Cristian Chivu harus meninggalkan lapangan, menyusul kartu merah yang diterimanya lantaran melanggar Pato, yang tengah berlari cepat menuju kotak penalti. Namun, hadiah tendangan bebas yang dieksekusi Thiago Silva jatuh tepat ke tangan Cesar.

Defisit dalam jumlah pemain, membuat konsentrasi tim besutan Leonardo Araujo semakin buyar. Tak heran jika Rossoneri menggandakan keunggulan di menit 62. Lagi, Pato menjebol gawang Cesar usai memanfaatkan kerja sama Seedorf dan Ignazio Abate. Tandukan Pato membawa Milan memimpin sementara 2-0.

Tentunya, permainan Rossoneri kian tak terkendali. Memasuki menit 66, Robinho menusuk dari sisi kanan dan berhasil melewati bayangan dua pemain belakang Inter. Namun, tendangan jarak dekat mantan pemain Manchester City mampu diblok Cesar, yang juga rekan senegaranya.

Beberapa peluang Robinho kembali digagalkan oleh penyelamatan gemilang Cesar. Hingga akhirnya di menit 89, gawang Cesar tak mampu menghindarii tembakan Antonio Cassano dari titik 12 pas.

Ya, Milan mendapat hadiah penalti usai kapten Nerazzurri Javier Zanetti melanggar Cassano di kotak terlarang. Penyerang kelahiran Bari, 28 tahun silam mengeksekusinya sendiri dan sukses membawa Milan jauh memimpin 3-0.

Cassano diganjar kartu kuning karena membuka kostum saat melakukan selebrasi gol. Tak disangka, mantan pemain AS Roma menerima kartu kuning kedua di penghujung laga lantaran menjegal Ivan Cordoba.

Alhasil, imbang dalam jumlah pemain tak banyak merubah keadaan hingga wasit meniup peluit panjang. Tiga gol Milan tak terbalaskan, namun Inter tetap memegang keunggulan rekor 56 kemenangan dari 154 pertemuan. Sedangkan Rossoneri baru mengantongi 49 kemenangan, dan 49 sisanya berakhir imbang.

Kini, Milan urung tergoyahkan di puncak klasemen sementara Serie A dengan raihan 65 poin. Sementara itu, tertinggal lima poin, Inter pun tak beranjak dari posisi runner-up.

Susunan pemain:

MILAN (4-3-1-2): Abbiati; Abate, Nesta, Thiago Silva, Zambrotta; Gattuso, Van Bommel, Seedorf; Boateng; Robinho, Pato.

INTER (4-2-3-1): Julio Cesar; Maicon, Ranocchia, Chivu, Zanetti; Cambiasso, Thiago Motta; Pandev, Sneijder, Eto’o; Pazzini.

Pada pertandingan sebelumnya, Bologna takluk 1-3 di markas Brescia, Stadion Mario Rigamonti. Gol pembuka tuan rumah dicetak Perparim Hatemaj (4′), disusul Davide Zoboli (9′), kemudian dilengkapi Andrea Caracciolo melalui titik penalti (66′), sebelum gol tunggal Bologna yang diciptakan Marco Di Vaio di menit 30.

Tambahan tiga poin (29) membebaskan Brescia dari zona degradasi dan kini menempati peringkat 17, sedangkan Bologna menduduki peringkat 10 dengan raihan 40 poin

Iklan

yang kurang jelas, monggo ditanyakan :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: