Apakah mengucapkan Selamat Natal dan memakai topi sinterklas haram?

Selamat Natal
Hmm… mungkin judulnya perlu diubah menjadi “Apakah mengucapkan selamat natal seharam itu?”
Saya disini tidak mau ikut campur masalah mengucapkan selamat natal itu haram atau tidak karena itu diluar kepentingan saya sebagai bukan muslim.
Mengapa saya menulis tulisan ini? Secara pribadi saya tidak menyalahkan umat muslim dan apalagi MUI untuk mengharamkan untuk mengucapkan selamat natal bagi kami-kami saya sebagai kristen.
Postingan ini hanya sebuah cuplikan kerisihan saya mengapa di situs-situs berita banyak sekali membahas tentang ini. Yang membuat saya risih adalah ada pihak-pihak yang mengecam keras (sebegitu keras) tentang mengucapkan selamat natal bagi kami yang merayakannya, seolah-olah hidup kami tertindas dan menderita tanpa ucapan selamat natal dari kalian, seolah-olah kami yang minoritas ini tidak diperlakukan secara adil di negara kita tercinta ini dan ucapan selamat natal adalah suatu kebutuhan pokok agar terwujudnya toleransi umat beragama.
Well saya pribadi sebagai seorang kristen tidak terlalu menganggap sakral ucapan itu, bagi saya ucapan selamat natal cuma sekedar basa-basi, itu sama kaya ucapan selamat tidur, selamat malam, selamat siang, selamat ulang tahun, dll (bagi saya pribadi lho ya), dan tidak menerima ucapan selamat natal dari saudara-saudara muslim atau bahkan saudara seiman sekalipun tidak membuat hidup saya berubah, iman saya terombang-ambing oleh badai, tergoncang puting beliung atau membusuk karena terpapar sinar matahari(?). Bagi saya kalian mau mengucapkan atau tidak itu tidak berarti apa-apa. Dan mungkin saudara-saudara seiman saya yang lain pun mengalami kegelisahan yang sama, so, mengapa pemberitaan di media menyebutkan bahwa kami seakan-akan haus ucapan dari kalian? No, tidak pernah ada pendeta yang protes karena tidak mendapat ucapan dari kalian, tidak pernah ada warga yang demo karena tidak mendapat ucapan selamat natal. Tapi selalu saja ada pihak-pihak yang mengarang cerita sehingga membuat image kami tertindas. Jadi stop mempropagandakan pengharaman pengucapan natal dengan menebar benci, sekalipun agama kalian melarang/mengharamkan pengucapan selamat natal, yaudah…, itu bukanlah suatu masalah bagi kami, yang ingin mengucapkan silahkan, yang tidak juga tidak apa-apa.
Ada lagi sebuah cuplikan dialog yang sangat viral setiap kali menjelang natal di Facebook, dan dialog ini selalu membuat saya geli dan gemes dengan yang posting, rasanya pengen cubit-cubit pipi dia yang berminyak dan penuh jerawat itu, dialog di bawah adalah salah satu contoh ilustrasi yang disebar oleh mas-mas provokator bagaimana orang kafir seolah-olah sangat mengaharapkan dan mengemis ucapan selamat natal, ini dia cupilkannya:

Muslim: “Bagaimana natalmu? ”
David: “Baik, kau tidak mengucapkan selamatnatal padaku??”
Muslim: “Tidak. Agama kami menghargaitoleransi antar agama, termasuk agamamu.Tapi urusan ini, agama saya melarangnya..!!”
David: “Tapi kenapa?? Bukankah hanyasekedar kata2? Teman2 muslimku yg lainmengucapkannya padaku??”
Muslim: “Mungkin mereka belummengetahuinya, David. Bisakah kaumengucapkan dua kalimat Syahadat?”
David: “Oh tidak, saya tidak bisamengucapkannya… Itu akan mengganggukepercayaan saya..!”
Muslim: “Kenapa?? Bukankah hanya kata2?Ayo, ucapkanlah..!!”
David: “Sekarang, saya mengerti..”♻
Inilah yg menyebabkan Buya Hamkamemilih meninggalkan jabatan dunia sebagaiKetua MUI ketika didesak pemerintah utkmengucapkan “Selamat Natal” yang meskipunanggapan HANYA BERUPA kata2 keakraban/toleransi namun disisi Allah nilainya justrumenunjukkan kerendahan aqidah seoranghamba yg tdk faham / tdk mau mengerti akankonsep ilmu agama yg disisi lain faham akan ilmu2 umum yg sifatnya tiada kekal, tak berimbas akan keselamatan akheratnya yg abadi.

Kelucuan-kelucuan seperti ini selalu saya temui pas menjelang natal, mungkin kalau facebook punya top post of the month-nya postingan seperti ini menjadi yang nomor 1. Yang saya risihkan adalah mengapa orang-orang ini memposting sesuatu tanpa memahami alur ceritanya, orang-orang indonesia pada umumnya memang gampang terpengaruh apalagi mengenai isu agama. Dialog diatas memuat ilustrasi yang salah tentang pengucapan selamat, pada dialog diatas selamat dibandingkan dengan kalimat syahadat, selamat berasal dari bahasa arab yang berarti damai, dan kalimat syahadat sudah tau sendiri pastinya kalimat syahadat untuk apa. Si provokator pembuat dialog menekankan persamaan kata selamat dan syahadat hanya karena keduanya “hanya” bersifat kata-kata, ya sedangkal bersifat kata-kata, padahal maknanya saja keduanya sudah berbeda jauh, sesuatu yang sebenarnya tidak bisa dibandingkan tapi diperbandingkan dan kebanyakan orang terkecoh karena ketika mereka mulai membaca dialog diatas sejak awal sudah tersimpan benih-benih “penolakan terhadap ucapan selamat natal”. Kalau dua buah kata hanya diukur karena bersifat ‘kata-kata’, dua buah kata yang tulisan dan ejaannya sama pun bisa memiliki makna yang berbeda, misalnya: Anjing. Anda mengucapkan Anjing sambil melihat anjing pasti berbeda maknanya jika anda mengucapkan anjing sambil melihat manusia, beda!.

Selamat Natal
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas bahkan setiap tahun mengucapkan selamat natal, dan bahkan menghadiri perayaan natal di gereja. So, kenapa? Emangnya Mahmoud Abbas Tuhan? Nabi? Tidak, saya juga tidak ingin menganjurkan anda untuk meniru Mahmoud Abbas, makssud saya disini adalah, kita sebagai umat manusia seringkali terjadi perbedaan pemahaman, meskipun kita satu suku, satu agama, satu aliran ataupun kepercayaan, perbedaan pasti selalu ada, tinggal kita bagaimana cara menyikapi perbedaan itu dengan bijak.

Iklan

yang kurang jelas, monggo ditanyakan :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: